Kalkulator BMI Anak
Berbeda dengan orang dewasa, BMI normal pada anak dan remaja berubah setiap bulan sesuai usia. Kalkulator ini menggunakan Standar Pertumbuhan Anak WHO, yang juga menjadi dasar Standar Antropometri Anak Kemenkes (Permenkes No. 2 Tahun 2020), untuk membandingkan BMI anak dengan nilai simpangan baku (SD) menurut usia dan jenis kelamin.
Masukkan kelompok usia, jenis kelamin, tinggi badan, dan berat badan anak. Kalkulator akan menampilkan BMI, kategori WHO, rentang berat badan normal, perkiraan lemak tubuh, kebutuhan air, dan energi istirahat.
Kalkulator BMI Anak (WHO)
Kelompok usia
Usia
Jenis kelamin
Tinggi badan
Berat badan
BMI Anak: Pertanyaan Umum
Bagaimana cara menghitung BMI anak?
Rumusnya sama dengan orang dewasa: BMI = berat badan (kg) ÷ [tinggi badan (m)]². Namun, artinya sangat berbeda. Pada anak dan remaja, BMI ditafsirkan dengan kurva acuan menurut usia dan jenis kelamin, bukan dengan batas tetap seperti 18,5/25/30.
Apa saja kategori SD WHO untuk anak?
WHO menggunakan simpangan baku (SD) dari median. Untuk usia 5–19 tahun: di bawah −3 SD gizi buruk, di bawah −2 SD gizi kurang, −2 sampai +1 SD normal, di atas +1 SD gizi lebih, dan di atas +2 SD obesitas. Untuk anak di bawah 5 tahun: di bawah −2 SD gizi kurang, di atas +1 SD berisiko gizi lebih, di atas +2 SD gizi lebih, dan di atas +3 SD obesitas.
Mengapa usia sangat berpengaruh pada BMI anak?
Tubuh anak berubah cepat selama masa pertumbuhan. BMI 17 bisa normal untuk anak usia 7 tahun, tetapi menunjukkan berat badan kurang pada usia 15 tahun. Tabel acuan WHO memperbarui rentang normal setiap bulan dari lahir sampai usia 19 tahun, karena itu usia harus diisi dengan tepat.
Apa arti rentang berat badan normal pada hasil?
Ini adalah rentang berat badan yang membuat BMI anak berada di antara −2 SD dan +1 SD untuk usia dan jenis kelaminnya (rentang normal WHO): minimum = (BMI −2 SD) × tinggi², maksimum = (BMI +1 SD) × tinggi².
Apakah BMI merupakan indikator yang andal untuk anak?
IMT menurut umur adalah alat skrining yang direkomendasikan WHO dan CDC untuk mengenali anak yang mungkin berisiko mengalami masalah kesehatan terkait berat badan. Namun, BMI tidak mengukur lemak tubuh secara langsung dan harus selalu ditafsirkan oleh tenaga kesehatan yang melihat kondisi anak secara menyeluruh.